Pertumbuhan Konsumsi di Kalimantan Timur Diprediksi Melesat

Pertumbuhan Konsumsi di Kalimantan Timur Diprediksi Melesat

IBUKOTAKITA.COM— Pertumbuhan konsumsi di Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan melaju cepat pasca penetapan lokasi ibu kota baru Indonesia di sana.

Prediksi ini disampaikan Ekonom DBS Group Research Maynard Arif. Menurutnya, keuntungan dari penetapan lokasi ibu kota baru akan dimiliki Kalimantan Timur di masa depan.

DBS Group Research memprediksi pertumbuhan konsumsi Kalimantan Timur saat ini lebih lambat dari rata-rata pertumbuhan konsumsi nasional Indonesia. Alasannya, pertumbuhan PDB provinsi tersebut saat ini tergantung pada pertambangan dan penggalian serta minyak dan gas.

“Namun, kami memperkirakan pertumbuhan akan dipercepat dan didorong terutama oleh investasi dan migrasi internal, yang diperkirakan terjadi, karena Indonesia memindahkan ibukotanya ke Kalimantan Timur,” ujar Maynard dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis.

Menurut perkiraan DBS Group Research peningkatan pertumbuhan PDB Kalimantan Timur akan mencapai 0,5% hingga 1,3% sejak 2020. Maynard juga menyebut, perkiraan total konsumsi rumah tangga Kalimantan Timur bisa menjadi sekitar 44% dan mencapai US$18 miliar.

“Itu adalah kenaikan dari perkiraan awal kami yang sebesar US$12 miliar dolar, didorong oleh kenaikan PDB secara berangsur-angsur dan pertumbuhan penduduk pada 2030,” tuturnya.

Pada rilis yang sama DBS Group Research juga memperkirakan ekonomi Indonesia akan mencatat CAGR PDB per kapita sekitar 4,5% atau US$7.310 pada 2030. Dengan perkiraan pertumbuhan jumlah penduduk sebesar 0,9%, ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$2,15 triliun pada 2030.

Saat ini peringkat konsumsi rumah tangga Indonesia melampaui negara tetangga di kawasannya, dengan total pengeluaran rumah tangga mencapai US$0,6 triliun per 2018. Pengeluaran itu setara dengan 42% dari pengeluaran rumah tangga ASEAN.

“Pada 2030, kami memperkirakan pengeluaran rumah tangga Indonesia naik dua kali lipat menjadi US$1,2 triliun, mencakup sekitar 44% dari pengeluaran rumah tangga ASEAN,” katanya. (Lalu Rahadian/Bisnis)

Leave your comment
Comment
Name
Email